-Sabtu, 16 Februari 2013-
Dan pada akhirnya hal ini pun harus terjadi
Suatu takdir yang sudah digariskan oleh yang maha kuasa
Dan pasti akan terjadi kepada semua orang
tanpa terkecuali
Laki-laki itu ...
Dia terbujur kaku diatas keranda dengan balutan kain putih
menutupi seluruh tubuhnya
Bapak..
Ya..
Dia bapakku..
Tak kusangka semuanya akan terjadi secepat ini
Aku tak akan pernah lagi bertemu dengan bapak lagi
Aku tak akan bisa mendengar suaranya lagi
Aku tak dapat memeluknya lagi
Aku hanya bisa mengirimkan seuntai doa untuknya
agar dia tenang di alam sana
Kini hanya tinggal aku, mama, dan adiku disini
Menangisi kepergian sang imam dikeluarga kami
Mengenang setiap hal yang dia perbuat pada kami
Berat.. berat sekali melepas orang yang kami sayangi
Puluhan tahun hidup bersama
Tapi kini kematian telah memisahkan kami
Ikhlas...
Kami harus ikhlas menerima ini
Kami tak boleh meratapi
Kami harus tabah menerima cobaan ini
Aku...
Aku dan adiku harus bangkit
Kami harus berusaha mewujudkan cita-cita kami
Kami harus bisa membahagiakan mama kami
Kami tidak boleh mengecewakan mama dan bapak kami...
Bapak...
Kami disini sudah ikhlas
Aku dan adik akan menjaga mama
Dan kami akan selalu mendoakanmu, pak...
Ya Alloh...
Ampunilah dosa-dosa bapak hamba
Terimalah segala amal dan ibadah bapak hamba
Mudahkanlah jalannya disana
Aamiin...
Selamat tinggal bapak...
Rabu, 20 Februari 2013
Kamis, 14 Februari 2013
Awal Kesedihan
- Selasa, 5 Februari 2013 -
Hari ini menjadi awal kesedihanku dan kesedihan keluargaku...
Aku tak pernah menyangka sebelumnya
Orang yang sangat aku sayang
Orang yang menjadi panutanku
Orang yang menjadi imam dikeluargaku
Orang yang sangat ikhlas mecari nafkah untuk keluargaku
Orang yang selama ini menjadi tulang punggung keluargaku
Orang yang selama ini sangat kuat dan tidak pernah mengeluh
Orang yang selama ini rajin beribadah
Orang yang selama ini baik kepada semua orang
Orang yang sangat disenangi semua teman-teman maupun kerabat dekat
Kini terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit
Lemah.. tak berdaya..
Tak bisa bergerak, tak bisa bicara..
Teriris-iris hatiku melihat pemandangan ini tiap hari
Air mataku pun tak dapat ku bendung lagi..
Bapakku....
yaa....
Seorang pria yang merawatku dari aku kecil hingga sebesar ini
seorang pria yang membiayai hidupku dari aku kecil hingga sebesar ini
seorang pria yang sangat aku sayangi...
Aku hanya bisa berdoa..
berdoa untuk kesembuhan beliau
Agar beliau dapat berkumpul lagi bersama keluarga
Agar beliau dapat pulih kembali
Agar beliau kembali sehat seperti dahulu
Pak...
Bapak ingin kan melihat cita diwisuda??
Bapak ingin kan melihat cita sukses??
Bapak ingin kan melihat cita menikah, lalu punya anak??
Bapak ingin kan melihat anak-anaknya bahagia, melihat mama juga bahagia??
Aku juga ingin melihat bapak bahagia..
Kembali ditengah keluarga kita seperti dulu..
Pak...
Aku rindu masa-masa dimana kita benyanyi bersama
Aku rindu canda tawamu..
Aku rindu nasihat-nasihatmu...
Aku rindu semuanya dari bapak..
Pak...
Cepat sembuh ya pak..
Bapak cepat sadar..
Kembali lagi seperti dulu..
Yang kuat ya pak..
Aku masih disini menemani bapak..
Mama, adik juga masih disini menemani bapak..
begitupun teman-teman bapak, saudara-saudara kita, tetangga..
Semua berdoa untuk kesembuhan bapak..
Yaa Alloh...
Kami hanya bisa pasrah dengan cobaan ini
Kami hanya bisa berdoa dan berikhtiar untuk kesembuhan bapak
Aku yakin Alloh tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan hambanya
Dibalik ini semua pasti akan ada hikmahnya..
Hari ini menjadi awal kesedihanku dan kesedihan keluargaku...
Aku tak pernah menyangka sebelumnya
Orang yang sangat aku sayang
Orang yang menjadi panutanku
Orang yang menjadi imam dikeluargaku
Orang yang sangat ikhlas mecari nafkah untuk keluargaku
Orang yang selama ini menjadi tulang punggung keluargaku
Orang yang selama ini sangat kuat dan tidak pernah mengeluh
Orang yang selama ini rajin beribadah
Orang yang selama ini baik kepada semua orang
Orang yang sangat disenangi semua teman-teman maupun kerabat dekat
Kini terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit
Lemah.. tak berdaya..
Tak bisa bergerak, tak bisa bicara..
Teriris-iris hatiku melihat pemandangan ini tiap hari
Air mataku pun tak dapat ku bendung lagi..
Bapakku....
yaa....
Seorang pria yang merawatku dari aku kecil hingga sebesar ini
seorang pria yang membiayai hidupku dari aku kecil hingga sebesar ini
seorang pria yang sangat aku sayangi...
Aku hanya bisa berdoa..
berdoa untuk kesembuhan beliau
Agar beliau dapat berkumpul lagi bersama keluarga
Agar beliau dapat pulih kembali
Agar beliau kembali sehat seperti dahulu
Pak...
Bapak ingin kan melihat cita diwisuda??
Bapak ingin kan melihat cita sukses??
Bapak ingin kan melihat cita menikah, lalu punya anak??
Bapak ingin kan melihat anak-anaknya bahagia, melihat mama juga bahagia??
Aku juga ingin melihat bapak bahagia..
Kembali ditengah keluarga kita seperti dulu..
Pak...
Aku rindu masa-masa dimana kita benyanyi bersama
Aku rindu canda tawamu..
Aku rindu nasihat-nasihatmu...
Aku rindu semuanya dari bapak..
Pak...
Cepat sembuh ya pak..
Bapak cepat sadar..
Kembali lagi seperti dulu..
Yang kuat ya pak..
Aku masih disini menemani bapak..
Mama, adik juga masih disini menemani bapak..
begitupun teman-teman bapak, saudara-saudara kita, tetangga..
Semua berdoa untuk kesembuhan bapak..
Yaa Alloh...
Kami hanya bisa pasrah dengan cobaan ini
Kami hanya bisa berdoa dan berikhtiar untuk kesembuhan bapak
Aku yakin Alloh tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan hambanya
Dibalik ini semua pasti akan ada hikmahnya..
